POLMAN RADAR SULBAR -- Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Polewali Mandar (Polman) melaksanakan pemantauan kualitas udara dengan memasang alat passive sampler di empat lokasi strategis. Keempat titik ini berada di kawasan Perkantoran, Pemukiman, Transportasi dan Industri.
Selanjutnya hasil pemantauan melalui alat Passive Sampler tersebut akan dibiarkan selama 14 hari untuk mendapatkan sample udara yang di inginkan. Kemudian akan dikirim ke Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Pusat selaku pihak yang merekomendasikan pemasangan Passive Sampler tersebut.
Pemasangan Passive Sampler merupakan kegitan yang dilakukan untuk mendapatkan Indeks Kualitas Udara. Apalagi Polman saat ini tengah dilanda kabut asap yang diduga kiriman dari Pulau Kalimantan.
Kepala DLHK Polman, Syarifuddin Wahab mengatakan, empat alat atau passive sampler itu dipasang oleh Bidang Pengendalian Pencemaran dan Konservasi Lingkungan Hidup di empat titik yakni di PT Hijau Lestari Binuang untuk kawasan industri, lampu merah perempatan Jalan Ahmad Yani, Mambulilling dan Dematande Polewali untuk transportasi. Kemudian untuk perkampungan di Lingkungan Kiri-kiri Kelurahan Darma dan depan Kantor KUA Polewali untuk kawasan perkantoran.
Alat pemantau udara Passive Sampler ini merupakan bantuan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Menurut Syarifuddin, alat itu bekerja selama 14 hari untuk mengambil sampel udara. Setelah proses pengambilan sampel selesai, hasilnya akan dikirim ke Kementerian Lingkungan Hidup untuk dianalisis.
“Alatnya dari Kementerian Lingkungan Hidup, sudah kita pasang, hasilnya dikirim lagi ke kementerian untuk dianalisa, kita tunggu dulu hasilnya,” kata Syarifuddin.
Ia menjelaskan, pemantauan kualitas udara tersebut dilaksanakan dalam dua periode tahun ini. Periode pertama pada Juni yang hasilnya sudah ada pada bulan Juli. Kemudian periode Oktober ini telah dilakukan pengambilan uji sampel tetapi hasilnya ada dari Kementerian LHK.
"Kami belum menerima hasil analisis sampel udara sehingga belum dapat memastikan apakah kualitas udara di wilayah tersebut masih dalam kategori baik atau mengalami penurunan," terangnya.
Di sisi lain, kabut asap masih terlihat menyelimuti sejumlah wilayah di Polman. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dan wilayah sekitarnya.
Syarifuddin mengatakan, selain dugaan asap dari karhutla di wilayah sekitar, pihaknya juga menerima informasi mengenai kemungkinan asap kiriman dari Kalimantan yang terbawa angin hingga ke Sulbar.
“Serta ada informasi jika kabut asap ini juga merupakan kiriman dari Kalimantan, arah angin membawanya ke sini,” ungkapnya. (ma)
Komentar (0)