POLMAN, KATASULBAR.ID - Dinas Kesehatan (Dinkes) Polewali Mandar mengimbau warga untuk memakai masker saat beraktivitas di luar rumah. Hal ini menyusul laporan BMKG terkait kualitas udara di Kabupaten Polman pada Kamis 15 Oktober dalam kategori tidak sehat.
"Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker saat melakukan aktivitas di luar rumah. Karena kondisi udara saat ini berkabut asap atau menunjukkan kecenderungan udara tak sehat. Apabila harus beraktivitas di luar rumah, pastikan selalu menggunakan masker perlindungan yang memadai," ujar Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulbar, dr Gunadil, kepada wartawan Kamis 15 Oktober.
Menurut dr Gunadil berdasarkan informasi yang diterima dari BMKG melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Polman, kualitas udara saat ini pada konsentrasi PM2.5 dan indeks kualitas udara, sebaran asap di Kabupaten Polman masuk dalam kategori tidak sehat.
Terkait kondisi ini, Dinkes Polman kata dr Gunadil telah mengeluarkan imbauan kepada seluruh Puskesmas agar melakukan peningkatan pemantauan kasus penyakit ispa di wilayahnya masing-masing.
dr Gunadil meminta seluruh puskesmas meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan (ISPA) di tengah memburuknya kualitas udara.
Dinkes mencatat pada 2026 tahun kasus ISPA mencapai rata-rata 3.100 setiap bulan di wilayah Polman. dr Gunaldi juga telah mengeluarkan imbauan kewaspadan dini atas dampak kabut asap.
"Kemarin kami sudah mengeluarkan imbauan kepada seluruh puskesmas agar melakukan pemantauan terhadap potensi resiko peningkatan kasus ISPA akibat polusi udara," kata dr Gunaldi.
Menurut Gunaldi, imbauan kewaspadan dini tersebut disampaikan sebelum adanya peningkatan status kondisi udara di Polman dari kategori sedang menjadi tidak sehat.
"Setelah adanya rilis BMKG yang menyebutkan ada peningkatan kasus, insyaallah hari ini mengeluarkan surat lagi agar melakukan tingkat kewaspadaan yang lebih intens sehingga layanan kewaspadaan itu 24 jam," kata Gunaldi.
Ia meminta seluruh puskesmas melakukan peningkatan surveylans ISPA melalui pemantauan jumlah kunjungan dan penemuan kasus ISPA di wilayah masing-masing. Puskesmas diimbau melakukan pencatatan dan pelaporan kasus ISPA secara rutin serta melaporkan apabila ditemukan peningkatan kasus yang tidak biasa kepada dinas kesehatan.
Kemudian melakukan edukasi tentang hal yang perlu dilakukan sebagai upaya pencegahan dalam mengantisipasi peningkatan kasus.
"Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker medis ketika beraktivitas di luar rumah," tandas Gunaldi.
Puskesmas juga diminta meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang mengalami keluhan, batuk, pilek, sesak napas dan gangguan pernapasan lainnya. Lalu menyiapkan sarana prasarana pelayanan kesehatan, termasuk ketersediaan obat dan kesiapan rujukan bagi pasien dengan gejala berat.
Gunaldi menyebut upaya dilakukan sebagai bentuk antisipasi kasus di tengah buruknya kualitas udara di wilayah Polman. Dinkes mencatat selama sembilan bulan terakhir kasus ISPA di Kabupaten Polewali Mandar mencapai rata-rata 3.000 lebih setiap bulannya. Rata-rata kasus ini dialami usia anak.
"Sebelum ada kabut asap kasus asap di Polman memang sudah tinggi rata-rata 3.100 per bulan untuk tingkat kabupaten. Berbeda-beda setiap wilayah kerja puskesmas ataupun kecamatan," ujarnya. Dengan angka itu, Gunaldi mengaku belum memastikan tingginya kasus itu ada kaitan dengan paparan asap akibat kebakaran hutan dan lahan.
"Dengan rentan 3 ribu kasus itu, kita belum bisa mengatakan terjadinya peningkatan akibat adanya kabut asap. Namun kita juga tidak bisa menafikkan terjadi kasus ISPA ke depannya karena ada kaitannya dengan kabut asap. Itu butuh penelitian," tandasnya. (ma)
Komentar (0)